Jangan Hanya Target Seri


Perjuangan Indonesia menembus putaran final Piala Asia 2011 akan kembali dilakoni. Charis Yulianto dkk bakal menjamu Australia pada laga kedua kualifikasi grup B di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, besok malam (28/1).

Setelah sukses meraih satu angka di kandang Oman (20/1), kali ini Indonesia kembali mamatok target satu angka dari laga kontra Australia. Namun, target itu dinilai terlalu pesimitis. Publik Indonesia tentu berharap tim pujaannya meraih angka penuh. Selain bermain di kandang, lawan yang dihadapi juga tidak tampil dengan kekuatan utama.

Tak hanya itu, para pemain Socceroos – julukan timnas Australia – juga dibayangi kelelahan. Sebab, mereka baru saja menyelesaikan pertandingan di ajang Liga Australia. ”Memang tidak sepantasnya kami kalah,” tegas Rahim Soekasah, ketua Badan Tim Nasional (BTN), kemarin (26/1)

Menurut Rahim, Indonesia harus meraup hasil maksimal. Di sisi lain, pelatih Indonesia Benny Dolo tak mau terbawa jemawa. Menurutnya, hasil seri adalah menjadi target yang paling realistis untuk dikejar.

Bendol – sapaan akrab Benny Dolo -berpendapat bahwa Australia tetap lebih baik dari Indonesia. Apapun kondisi yang menimpa tim tersebut. Termasuk ketika Australia tidak bisa tampil dengan pasukan utamanya.

”Tidak ada keuntungan bagi kami terkait hal itu. Mereka tim yang profesional. Para pemain dan pelatihnya adalah orang-orang profesional,” ujar Bendol seusai memimpin latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam.

Di mata Benny, Australia pasti sudah berhitung matang dengan situasi yang dihadapinya. ”Mereka pasti tahu dengan kondisinya. Karena itu, kami akan tetap main seperti saat melawan Oman,” ujarnya.

Saat melawan Oman, Indonesia lebih dominan tampil bertahan. Skuad Merah Putih hanya sesekali melakukan serang balik. Itupun hanya dilakukan pada babak pertama. Pada babak kedua, Bendol condong memainkan strategi bertahan total.

Sementara itu, timnas Australia sudah memulai latihan kemarin sore. Mereka berlatih di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, latihan itu hanya diikuti sepuluh pemain. Pasalnya, sebelas pemain lainnya baru tiba di Jakarta tadi malam.

Latihan itu juga hanya dipimpin asisten pelatih Graham Arnold. Sedangkan pelatih Pim Veerbek baru tiba kemarin sore. ”Kami bukan bermaksud meremehkan Indonesia. Tapi, ini karena para pemain baru selesai bermain di kompetisi. Kami juga tidak bisa membawa pemain dari Eropa,”ungkap Arnold.

Menurut Arnold, kondisi itu tidak lepas adanya benturan jadwal. Ketika Australia bermain di Pra Piala Asia 2011, jadwal kompetisi di Eropa tetap jalan. ”Kami justru menaruh respek untuk Indonesia,” ujarnya. Dua nama punggawa Indonesia, yakni Budi Sudarsono dan Firman Utina, bakal diwaspadai. ”Mereka memiliki skill yang sangat bagus,” kata Arnold.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: