Socceroos Enggan Sesumbar


Timnas Australia terbelit masalah teknis pemain. Tim berjuluk Socceroos tersebut mengaku tidak memiliki target khusus saat dijamu Indonesia, Rabu (28/1).

Skuad Australia dengan kekuatan 21 pemain sudah lengkap. Socceroos terpaksa membagi jadwal keberangkatan timnya menjadi beberapa kloter (kelompok terbang) lantaran padatnya jadwal kompetisi. Rombongan kecil yang terdiri atas Pelatih Timnas Australia Pim Verbeek, Direktur Teknik Han Berger, dan bek Shannon Cole mendarat pukul 16.05 WIB di terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/1).

Mereka datang dari Singapura dengan nomor penerbangan SQ960. Tidak tampak raut lelah di wajah Verbeek. Bahkan, mantan Pelatih Korea Selatan tersebut dengan ramah menyalami para reporter yang datang menyambutnya. Tepat pukul 16.40 WIB, rombongan Verbeek meninggalkan bandara.

Sementara rombongan besar Socceroos sekaligus terakhir yang terdiri atas sepuluh pemain mendarat pukul 18.40 WIB dengan nomor penerbangan QF41 langsung dari Sydney. Manajer Timnas Australia Gary Moretti menyatakan kedatangan timnya yang terpisah-pisah karena alasan teknis.

”Bukan karena faktor keamanan atau lainnya. Tapi, kompetisi kami sangat padat. Sabtu dan Minggu malam mayoritas pemain masih bermain bersama klubnya masing-masing. Jadi, mereka yang selesai bermain langsung kami berangkatkan tanpa menunggu yang lainnya. Situasinya memang demikian,” ungkapnya kepada Sindo kemarin.

Panpel sebelumnya sudah menyiapkan keamanan khusus bagi Craig Moore dkk, baik saat latihan, di sekitar hotel, sampai perjalanan Australia. Sekitar 2.000 aparat keamanan akan disiapkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Moretti mengakui timnya kurang diuntungkan dengan waktu persiapan.

”Kami tidak mempersoalkan faktor lain. Tapi, benar-benar alasan teknis. Selama ini kami hanya berlatih bersama sebanyak sekali sebelum berangkat. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan,” lanjutnya. Moretti menambahkan, Australia tak memiliki target khusus. Socceroos justru mengaku respek terhadap performa tim Merah Putih.

”Kami tahu, Indonesia tim bagus. Mereka selalu bermain cepat. Lolos semifinal Piala AFF hasil yang bagus. Kami juga terkesan keberhasilan mereka menahan imbang Oman ,” katanya.

Sementara itu, Verbeek justru mengaku masih meraba peta kekuatan terakhir Indonesia. Pelatih berpaspor Belanda tersebut menggunakan rapor tim Merah Putih di Piala Asia 2007 sebagai referensi. ”Saya pernah menghadapi mereka. Sebenarnya itu tidak bisa digunakan sebagai dasar karena potensi tim berubah tetap ada. Tapi, pada dasarnya kami siap,” ujarnya. Verbeek menyatakan problem tim bertambah lantaran beberapa pemainnya tidak siap 100%.

”Bagi saya, asalkan tidak kehilangan angka, itu sudah cukup. Kami hanya berusaha tidak terbebani. Kami tahu pertandingan ini sangat bagus bagi pemain muda kami, terutama untuk menambah pengalaman bertanding. Tekanan di sini sangat kuat sehingga butuh mental kuat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: