Sepakbola Nasional Minggu Ini


Ada apa di sepakbola nasional minggu ini? Baik di Liga Super atau Liga Primer, mari kita lihat.Bonek Brutal, Bunuh Suporter di Kereta
LAMONGAN, KOMPAS.com — Sedikitnya
26 suporter beratribut pendukung
Persebaya yang biasa disebut bonek
diamankan di Kepolisian Resor Lamongan,
sementara 31 lainnya diamankan Polres
Bojonegoro. Mereka dianggap melakukan
keonaran.
Sebelumnya pada Sabtu (22/1/2011) dini hari, sejumlah orang
mengenakan atribut bonek yang naik kereta dari Surabaya-
Jakarta melempari rumah warga dan masjid di Lamongan.
Akhirnya Sabtu sore sekitar pukul 16.30, warga Lamongan dan
polisi menyisir gerbong Kereta Api Kertajaya di Stasiun Dapur
Lamongan. Ada dugaan kereta ditumpangi bonek yang
membawa batu serta senjata tajam.
Sebanyak 26 orang beratribut bonek diminta turun dan
dibawa ke Polres Lamongan. Sweeping berjalan singkat
karena kereta akan segera melanjutkan perjalanan menuju
Jakarta. Saat hendak turun, warga Lamongan mengenakan
atribut pendukung Persela, LA Mania, ditarik bonek yang
masih ada di kereta. Dua warga Lamongan terbawa kereta.
Setelah itu pintu kereta tertutup. Warga Lamongan beratribut
LA Mania berusaha mengejar kereta, tetapi tidak terkejar.
Apes dialami Gilang (24), warga Perumda Deket. Ia dikeroyok
dan dihajar bonek di kereta lalu dibuang di Desa
Karanglangit, Kecamatan Lamongan. Gilang tewas dengan
luka tusukan dan sayatan di leher kiri dan wajah memar
berdarah. Gilang dimakamkan Sabtu malam pukul 23.00.
Sementara dirigen musik perkusi LA Mania, Teguh Karembo
(30), warga Dapur Lor, Kelurahan Sidokumpul, Lamongan,
luka parah. Dia mengalami patah tulang dan mengalami luka
tusukan di lengan kanan. Dia juga mengalami luka sayat di
pipi kiri memanjang hingga telinga. Teguh berhasil berontak
dan lolos dari kebrutalan bonek. Dia melompat dari kereta
dan ditemukan warga di Desa Talun, Kecamatan Sukodadi.
Teguh dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.
Menurut Teguh, saat tahu Gilang ditarik bonek, dia
sebenarnya bermaksud menolong, tetapi jumlah bonek lebih
banyak dan membawa pisau. “Beruntung saya bisa
melompat,” kata Teguh.
Usai ada yang terbawa kereta, polisi meminta kereta berhenti
di stasiun mini Sukodadi. Saat menyusuri rel, warga dan polisi
menemukan Gilang meninggal dalam keadaan luka parah.
Akhirnya polisi berkoordinasi dengan Kepolisian Resor
Bojonegoro untuk mengamankan bonek.
Kepala Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Besar
Gagas Nugraha menyatakan, pihaknya masih melakukan
penyidikan dan meminta keterangan saksi-saksi. Dua korban
telah dimintakan visum et repertum. Pihaknya juga
berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Surabaya, Polres
Gresik, dan Polres Bojonegoro untuk meminimalkan
keberangkatan bonek yang ingin menyaksikan pertandingan
Persebaya 1927 melawan Tangerang Wolves FC Minggu
(23/1/2011) sore. Hal itu untuk mengurangi risiko ulah
supporter termasuk potensi kerusuhan atau bentrokan.
“Kami meminta PT KA tidak mengangkut atau menurunkan
penumpang khususnya bonek terutama di wilayah Lamongan.
Kami juga meminta pengurus LA Mania agar menyerahkan
kasus ini ke pihak berwajib,” kata Gagas. Sementara itu,
Polres Bojonegoro berhasil menjaring 31 bonek. Mereka
diperiksa di polres dari kemungkinan keterlibatan
penganiayaan warga Lamongan hingga tewas.

Bonek Tawuran dengan Warga Tangerang
Senin, 24 Januari 2011 00:12:26 WIB
Reporter : Ribut Wijoto
Tangerang (beritajatim.com) – Ulah bonek masih
berlanjut di Tangerang, Minggu (23/1/2011). Kali ini
kerusuhan terjadi saat pertandingan Tangerang
Wolves vs Persebaya 1927 di Stadion Benteng.
Entah apa yang terjadi, pertandingan belum usai,
sebagian bonek bersama suporter Tangerang Wolves
sudah keluar stadion untuk mengejar warga. Mereka
melempari warga dengan batu. Sebaliknya, warga
ternyata juga sudah siap. Mereka membidik suporter
dengan ketapel. Tampak pula sebagian warga
membawa senjata tajam.
Beruntung aksi ini berhasil dihentikan oleh aparat
kepolisian. Bonek dan suporter Tangerang Wolves
digiring kembali ke stadion. Tidak ada korban jiwa
dalam kerusuhan ini.
Sebelum di Tangerang, Sabtu (22/1/2011), bonek juga
terlibat rusuh dengan warga Lamongan. Akibat
kerusuhan, satu warga Lamongan meninggal dunia.
Sedangkan puluhan bonek luka-luka karena dihajar
polisi dan warga.
Kerusuhan sempat juga terjadi di Jakarta. Bonek
terlibat aksi lempar dengan pendukung Persija, yakni
The Jack. Aksi ini dihentikan petugas dan akhirnya
bonek diangkut truk polisi untuk dibawa ke Tangerang.
Kini kerusuhan membayangi saat bonek pulang dari
Tangerang menuju Surabaya. Beredar kabar,
pendukung Persela telah bersiap menanti rombongan
bonek di Lamongan. Mereka hendak menuntut balas
atas kematian seorang La Mania, yaitu Gilang, akibat
dihajar bonek. [but]

Pukul Wasit, Pemain Semarang United Terancam
Sanksi Berat
Meylan Fredy Ismawan : Sepakbola
detikcom – Jakarta,
Pemain Semarang
United, Simon
Kujiro, melakukan
pemukulan terhadap
wasit dalam laga
melawan Bogor
Raya. Akibatnya,
Simon terancam
skorsing hingga satu
musim kompetisi.
Dalam pertandingan
di Stadion Cibinong,
Kabupaten Bogor,
Minggu (23/1/2011),
Semarang United
harus mengakui
keunggulan Bogor Raya dengan skor 1-2. Semarang United
lebih dulu unggul lewat gol Josh Maguire. Namun tim tuan
rumah mampu membalas lewat dua gol yang diciptakan oleh
Oscar Andrian dan Isoewardi.
Sayangnya, laga tersebut dinodai oleh aksi tak sportif yang
dilakukan oleh Simon Kujiro yang memukul wasit Rudiyanto.
Insiden bermula di menit ke-70 saat Rudiyanto mengganjar
Simon dengan kartu merah. Tak terima diusir keluar lapangan,
Simon melayangkan bogem mentah ke Rudiyanto.
Terjadinya aksi pemukulan ini sangat disesalkan oleh pihak LPI.
Mereka menilai harusnya Simon bisa bermain fair.
“Kami tentu prihatin dan menyesalkan karena pada dasarnya
LPI mengusung fair play. Harusnya Simon bisa menjaga fair
play. Di atas lapangan, semua harus menghormati wasit dan
tak dibenarkan mencederai wasit,” terang juru bicara LPI, Abi
Hasantoso, saat dihubungi detikSport, Minggu (23/1/2011)
malam.
Abi memastikan akan ada sanksi tambahan yang akan diterima
oleh Simon. Sanksi ini akan dijatuhkan oleh Komisi Disiplin
Independen.
“Komisi Disiplin Independen masih menunggu laporan dari
pengawas pertandingan di Bogor. Ini masih harus dipelajari
oleh Komdis. Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah ada
keputusan,” tambahnya.
Lewat akun resmi LPI, @ligaprimer, disebutkan kalau hukuman
untuk Simon bisa berupa larangan bermain selama satu
musim.
“Menunggu investigasi dan keputusan liga. Hukuman tinju
wasit bisa di-skor 1 musim,” demikian bunyi tweet dari pihak
LPI.
Meski meengaku prihatin, LPI tetap mencoba mengambil
hikmah dari terjadinya insiden ini. Mereka kini bertekad untuk
menegakkan fair play dan disiplin di tiap laga.
“Ini ada hikmahnya. Ini membuat kami bertekad untuk
menegakkan fair play,” sambung Abi.
“Dengan terjadinya peristiwa ini di awal, kita justru mendapat
pelajaran bagaimana menegakkan fair play,” tutupnya.

Bobotoh Merugikan Persib
STD. SILIWANGI,(GM)-
Pertandingan Persib Bandung kontra Arema Indonesia pada
laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion
Siliwangi, Minggu (23/1) berlangsung rusuh. Bentrokan antara
aparat dengan bobotoh, aparat dengan pemain Persib, serta
penganiayaan yang dilakukan bobotoh dan sejumlah ofisial
tim Persib terhadap wasit Najamudin Aspiran (Balikpapan)
mewarnai pertandingan ini.
Meski sempat terhenti hampir setengah jam akibat kerusuhan
pada menit 67 dalam kedudukan 0-1 untuk Arema,
pertandingan bisa dilanjutkan hingga selesai. Skor akhir
pertandingan 1-1. Gol Arema diciptakan Roman Chamelo pada
menit 61. Sedangkan gol balasan Persib dicetak Atep pada
menit 77.
Kerusuhan yang diduga dipicu kekecewaan bobotoh terhadap
kepemimpinan wasit Najamudin Aspiran, mulai terjadi ketika
pertandingan memasuki menit ke-67. Ketika itu, Najamudin
tengah berkonsultasi dengan asisten wasit 1, Suaidi Yunus
tentang pelanggaran yang dilakukan gelandang Arema,
Muhammad Ridhuan yang membuat Wildansyah terkapar di
lapangan.
Karena hukuman terhadap Ridhuan tak kunjung diputuskan,
ribuan bobotoh di seantero stadion mulai meneriakkan
kekecewaan terhadap wasit. Bobotoh yang sejak awal
pertandingan sudah memasang berbagai spanduk berisi
kecaman akan buruknya kepemimpinan wasit di LSI, mulai
melakukan aksi pelemparan ke arah wasit. Bukan hanya itu,
kembang api pun diarahkan bobotoh ke tengah lapangan dan
sudah membahayakan pemain.
Pada saat bersamaan di tribun utara, polisi juga terlibat
bentrokan dengan bobotoh yang mulai melakukan aksi
anarkis. Meski Manajer Persib, H. Umuh Muchtar dan
Kapolrestabes Kota Bandung, Kombes Pol Jaya Subriyanto
mencoba menenangkan amuk massa, bobotoh sudah tak
terkendali.
Mereka merangsek ke tengah lapangan dan merusak semua
benda yang ada, termasuk billboard dan stiger milik ANTV.
Mereka juga melakukan aksi pembakaran di hampir seluruh
tribun stadion.
Ketika bentrokan bobotoh dan aparat belum teratasi, Pablo
Frances yang berniat menenangkan bobotoh di tribun utara,
tiba-tiba berlari meninggalkan lapangan karena dikejar
puluhan aparat berseragam polisi.
Tidak jelas yang menjadi penyebabnya. Namun berdasarkan
informasi yang didapatkan “GM” dari asisten pelatih Persib,
Robby Darwis, Pablo “diserang” aparat karena ada
kesalahpahaman dengan anggota kepolisian berbaju sipil.
“Pablo tidak tahu kalau yang ditegurnya ketika akan
menenangkan bobotoh itu aparat berbaju preman. Mungkin
tegurannya membuat aparat tersinggung,” kata Robby.
Setelah Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, Ketua Panpel Persib,
Kapolrestabes Kota Bandung, dan aparat berwenang lainnya
berjuang keras menenangkan bobotoh, pertandingan akhirnya
bisa dilanjutkan. Ketika pertandingan dilanjutkan, Arema
bermain dengan 10 orang karena Muhammad Ridhuan
diganjar kartu merah.
Wasit diserang
Pada saat pertandingan dilanjutkan inilah, Persib akhirnya bisa
menyamakan kedudukan lewat gol Atep pada menit 77. Meski
demikian, kericuhan kembali terjadi saat pertandingan usai.
Para pemain Persib kembali memprotes keputusan wasit yang
mengakhiri laga tanpa memberikan waktu tambahan.
Dari kerumunan pemain Persib, aparat kepolisian dan panpel
mencoba mengamankan wasit. Namun karena situasi sudah
tidak terkendali, beberapa bobotoh dan ofisial tim Persib bisa
merangsek mendekati wasit. Bahkan di antara mereka ada
yang sempat melayangkan bogem mentah ke wajah
Najamudin.
Sementara di tribun penonton, ratusan bobotoh terus
berteriak melontarkan caci maki terhadap wasit. Mereka juga
melemparkan benda-benda yang ada di dekatnya ke tengah
lapangan. Akibatnya, para pemain dan ofisial tim Arema pun
tertahan di tengah lapangan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk, ratusan
aparat kepolisian disiagakan di sepanjang jalan utama di Kota
Bandung.

Kok kaya gini semua? Ya emang itu kenyataanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: